Pelukan Siang Mu
Tuan, kau menemui tubuh ini dengan rasa percaya mu. kau meninggalkan tubuh ini dengan pelukan yang mungkin takkan kau lepaskan. entah itu salam terakhir kita. atau itu pertanda bahwa kau akan merindu dan segera menenemui ku lagi? aku membiarkan rasa itu bergantung pada keputusan sang pencipta. bukannya menyerah. namun, aku sudah takut untuk melangkah semena-mena. aku, lelah untuk menaruh segala harapan pada manusia yang ku cinta. belum kusadari, tanpa perlu menyangkal. kau hadir, namun ku belum bisa pastikan rasa nya. belum sempat kusadari atau memang belum tersadar. temani saja aku. itu cukup untuk ku. semuanya tidak perlu terburu-buru. tidak perlu terkejar kejar. jalani hingga waktu lelah berdenting.