Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Duniaku

 Aku melihatmu bagai masa tanpa henti. Terus maju dengan berjuta mimpi. Aku melihatmu bagai langit yang membentang. Mampu memeluk dunia tanpa ragu. Luas, cerah, tentram. Bagai awan yang memberi teduh, Bagai angin memberi ketenangan. Ntah bagaimana caraku melihatmu, 

Malam yang redup

Aku takut pada malam, Malam yang begitu dingin, menampakkan kegelapannya tanpa berpaling. Tanpa bimbang. Tanpa angin. Tak banyak pohon bergeming, seakan tau bahwa gelapnya malam akan menghidupkan kehidupan yang riuh. Aku takut pada malam, Apakah akan ada banyak hal yang tampak saat langit menjadi gelap? Namun, Aku tetap terjaga. Memeluk sunyi yang perlahan mulai berisik. Semakin terdengar. Suara yang tak hilang. Seperti hujan yang lupa cara nya berhenti. Aku, tersenyum pada gelap. Berpura-pura bahwa semua akan baik-baik saja Meski dada dipenuhi dengan tanya. Aku menantikan siang dengan tenang. Dengan lembut. Walaupun dengan perlahan aku kehilangan arah saat dunia mulai terasa sunyi. Dengan harapan  Gelapnya malam, mampu memberikan luas nya langit tanpa harus menghitung jumlah bintang dan bulan saat menjadi penerang. Mampu Memberikan cahaya tanpa redup. Tanpa, lupa. Bahwa aku sedang menanti..

00.37

 Hanya bisa melihat dari pergerakan kecil. Yang tak biss kulihat wujudnya, kudengar nafasnya. Ntah apa yang ku tunggu, dia yang enggan menjawabku. Ntah apa yang ku nantikan.. Hitungan detik, penantian itu muncul menjadi penawar. Seakan nyata. Saat terbangun, ternyata sebuah raga yang tak pernah datang. Kau mengacuhkanku. Kau diam seakan enggan berbicara. Aku takkan lagi bertanya. Aku seperti berjalan di kesunyian, melewati dentingan waktu yang tak tau kapan berakhir. Ntah apa yang merasuki jiwa mu.

Sosok yang Mengamati 🌙

Mencintai seorang lelaki yang sedang berjuang dengan penuh keyakinan. Mencintainya dengan perasaan luar biasa, hingga terkadang aku melukai pikirannya dengan cara ku. Mencintaiku dengan semampu mu, mencintaiku dengan kekurangan ku, membuat rasa mu menjadi bimbang dengan ketidakberdayaanku terhadap pemahaman yang liar ini. Bukan tak merasa lelah. Lelah sejadi jadi nya hingga tak tau bagaimana cara untuk meredam. Kadang, diri sendiri pun tidak mengerti apa yang sedang ditakutkan. Padahal diri sendiri sudah mantap dengan jantung hati. Muak.. Ketika peristiwa terjadi bahkan semakin erat. Situasi semakin merekat hingga tiada celah. Apa yang sedang ku lakukan? Sebuah pengutaraan kalimat hati dan sebuah pehaman liar yang sedang mengamati. Aku tidak pernah tau,  Apakah keliaranku ini akan membuat semangat mu terputus? Atau bahkan membuat kamu semakin mengecil? Apakah aku menjadi seorang penghambat? Bingung, Pikiran liar ini selalu memantau pergerakan seakan akan tidak memiliki rasa keperca...