Sosok yang Mengamati 🌙

Mencintai seorang lelaki yang sedang berjuang dengan penuh keyakinan. Mencintainya dengan perasaan luar biasa, hingga terkadang aku melukai pikirannya dengan cara ku.

Mencintaiku dengan semampu mu, mencintaiku dengan kekurangan ku, membuat rasa mu menjadi bimbang dengan ketidakberdayaanku terhadap pemahaman yang liar ini.

Bukan tak merasa lelah. Lelah sejadi jadi nya hingga tak tau bagaimana cara untuk meredam. Kadang, diri sendiri pun tidak mengerti apa yang sedang ditakutkan. Padahal diri sendiri sudah mantap dengan jantung hati.

Muak..
Ketika peristiwa terjadi bahkan semakin erat. Situasi semakin merekat hingga tiada celah. Apa yang sedang ku lakukan?

Sebuah pengutaraan kalimat hati dan sebuah pehaman liar yang sedang mengamati.

Aku tidak pernah tau, 
Apakah keliaranku ini akan membuat semangat mu terputus?
Atau bahkan membuat kamu semakin mengecil?
Apakah aku menjadi seorang penghambat?

Bingung,
Pikiran liar ini selalu memantau pergerakan seakan akan tidak memiliki rasa kepercayaan.

Pernah,
Namun hancur dan menelan hidupku perlahan. Dulu.

Kubangun kepercayaan kembali dan..
Aku selalu gagal.
Teralu lemah dan takut dengan sebuah keyakinan yang ntah nyata atau buatan.

Saat ini, aku mencoba diam dengan kesorangan ku.
Saat ini, aku mencoba tidak mengganggu mu dengan pikiran jahatku ini.
Saat ini, aku mencoba untuk memahami situasi mu.

Tapi saat inipun,
Aku takut.
Aku takut kau terbiasa dengan diamku, merasaku acuh dengan tingkah mu..
Aku takut, dengan tidak adanya aku, tidak ad yang menganggu mu
Aku takut, situasi mu membuatmu terbiasa untuk tidak memikirkanku.

Untuk tidak memihak pada malam yang dingin.

Aku takut..
Semua yg terjadi sekarang mengubah sebuah orientasi yang pernah diukir.

Pinta mu utk ditunggu.

Sedih.
Keberadaanku hilang perlahan,
Terasa seperti ada yang menggantikan..

Membiasakan diri pada situasi sekarang.

Tapi kadang,

Terasa seperti asing..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

We Know What We Want

Wanita itu,