We Know What We Want

 Kadang,

Kita tidak pernah benar tau bahwa jalan seperti apa yang sedang kita lewati. Mungkinkah jalan itu bagus atau bahkan sengaja menyesatkan agar tidak pernah berhenti atau pahitnya, berhenti. Atau mungkin jalan itu benar-benar rusak dan kita harus memperbaiki.

Kita tidak pernah benar tau alasan apa yang sedang difikirkan. Yang kita tau, hanya melewati jalan dengan perlahan agar semua rencana berjalan dengan baik.

Kadang kita tidak pernah tau apakah itu sudah prinsip atau hanya rayuan lingkungan. Kadang, kita tidak pernah benar tau apakah itu ujian atau pertanda.

Kita berada dalam situasi yang sulit. Dua kelompok yang tiada hentinya berkomentar atas apa yang didengarnya. Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi.

Dua kelompok dengan karakter yang berbeda, dengan fikiran yang berbeda. Mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang diimpikan. Melihat perbedaan dengan jelas.

Takut akan cacian, takut akan sesuatu yang membuat penyesalan.

Dua kelompok yang selalu berfikir dengan apa yang dialami. Dua orang yang haus akan legalitas. Dua ornag yang sedang meyakini hidup dengan pilihannya, yang ditakuti oleh dua kelompok.

Dunia itu sulit.

Tanpa agama, kita tidak pernah ada artinya.

Namun, memilih itu juga sulit. Berdiri dengan prinsip masing-masing. Tidak ada yang mau mengalah. Lantas siapakah yang akan mengalah?

Berdiri dengan ketakutan masing-masing. Lantas untuk apa agama itu disematkan dalam kehidupan?

Berdiri dengan ketenangan masing-masing. 

Bumi mungkin berputar. Tak satupun orang ingin hidup dalam sengsara. Tak satupun orang membiarkan hidupnya jauh dan jatuh.

Bumi jelas berputar bagi manusianya yang tetap berjalan walau susah. Waktu tetap berjalan mengikuti arus bumi. Semua akan tergantikan walau mungkin tak lagi sama rasanya.

Yang bisa kita lakukan adalah meyakinkan. Dua orang meyakinkan bahwa kehidupan nantinya tidak akan sesulit itu, dan tidak akan memberikan kesan penyesalan bahkan menyusahkan.

Jika kita masih berdiri dengan prinsip yang sama dan tidak pernah kalah.

Maka buktikan.

Dan jika kita berdiri dengan prinsip yang sama namun tidak mau kalah, maka.. Hidup lah sebagaimana prinsip mu tegak. Mungkin bukan waktunya untuk mengadu, dan mungkin adalah jalannya.

Hidup itu pilihan, entah bahagia atau sebaliknya. 

Pengalaman pahit atau manispun, bisa menjadi pelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

Wanita itu,