Semesta Punya Kenyataan

hi.

jika cerita kita berawal karena jus. lantas selanjutnya, cerita itu akan berakhir seperti apa?

minuman? kenangan?

cukup singkat, untuk kita saling tau.

tapi, fakta nya kita tidak akan pernah benar benar tau. 

seseorang pernah berkata bahwa "cerita yang paling asik adalah ketika bersama lawan jenis".

kita adalah seorang pekerja cafe dengan jobdesc yang berbeda, sifat yang berbeda, asal yang berbeda, watak yang berbeda, dan waktu bertemu yang beda. 

aku mengotakkan diri, agar tidak terlibat dengan mereka. ternyata, asing nya diriku ditarik untuk bergabung. bingung. tapi seru. aku menikmatinya.

aku berjalan, walaupun jalan mu begitu cepat. ternyata langkah kakiku pun tidak begitu lambat untuk berjalan disamping mu. kita mengenal satu sama lain, walaupun aku tidak tau apakah sudah mengenalmu, dan aku tidak bisa menebak, apakah kamu sudah benar-benar mengenali ku.

kita sering mengistirahatkan diri di pinggir pantai. 

lambat laun, ternyata, nyaman membuat mu goyah.

kamu goyah akan prinsip yang kamu tanam di awal bercerita. mengenali ku dengan kalimat bahwa yang utama adalah karir. 

serba salah. ternyata aku jatuh ditempat yang sama. perbedaan hanya di "penerimaan".

perasaan yang dirasa juga berbeda. ternyata aku juga goyah.

tapi, aku sadar dengan pengalaman yang sudah. protek diri adalah jalan satu-satunya. dan kamu berpesan bahwa "biar semesta yang menjawabnya".

kali pertama kecupan itu mendarat sebagai bom waktu. tiada ungkapan, tiada penjelasan. tiada hubungan melainkan pertemanan.

hey. jika yang kamu inginkan adalah aku sebagai teman untuk menghabiskan separuh sisa waktu hidupmu.

maka, kejar aku hingga semesta menghampiri serta menjawab pinta mu.

dan jika memang sosok mu merupakan semesta bagiku, maka pulihkan waktu ku, agar pintamu menjadi pinta ku. 

aku mati dalam keadaan sadar. ajari aku untuk hidup dalam kesadaranku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

We Know What We Want

Wanita itu,