Teka Teki Semesta

obrolan tentang bunga, berakhir dengan sebuah buket bunga. perasaan apa yang membawa mu?

"selembar daun kering memang tidak mampu untuk menutupi bumi, namun bila menempel dimata tertutuplah bumi"

"menurut mu? maksud nya apa?" pertanyaan yang kau lontarkan.

selembar daun kering rata-rata berukuran setapak tangan dengan bentuk yang bermacam-macam. bumi, adalah benda angkasa yang kecil, jika dibandingkan planet besar lainnya. namun, ukuran 1 daun kering memang tidak mampu menutupi besarnya radius bumi. yang mampu menutup keberadaan bumi, adalah mata. mata, diciptakan untuk melihat dengan jarak pandang yang terbatas. sehingga, jika mata tertutup daun kering, maka nyata nya bumi akan hilang. kiasan tersebut kadang membuat beberapa pemikir membelahnya dan menjadikannya beberapa sudut pandang yang berbeda.

lantas, apa yang ada dipikiran ku?

ungkapan tersebut mengatakan bahwa, pikiran tidak akan pernah habisnya untuk menilai sesuatu yang nyata (bumi). baik atau buruknya manusia tidak akan pernah habis dan tertutupi jika hanya menggunakan selembar daun. semua tergantung bagaimana cara menerima. semua berbicara tentang "penerimaan". apapun kondisi, ntah itu baik atau buruk, tergantung mindset, cara menanggapi, dan tanggung jawab. manusia bukan diciptakan untuk saling menyalahkan. menutup mata dengan daun kering, sama seperti kita menutup sudut pandang akan sesuatu yang sedang terjadi. ketika buruk yang datang, maka semua yang terjadi di kehidupan juga buruk. sebaliknya. bahaya, jika daun kering benar benar menutupi seribu kebaikan hanya karena 1 kesalahan. bahaya, jika tutupnya mata karena daun kering dapat menenggelamkan akal sehat. pernah baca kalo, kapal yang berlayar di lautan lepas, tidak akan tenggelam jika badan kapal tidak dalam keadaan bocor. dengan kata lain bahwa, kita gakan hanyut kalo fisik tidak menenggelamkan pikirannya sendiri akan hal yang tidak sepantasnya untuk di tenggelamkan HAHA agak sedikti belibet. tapi, ungkapan tentang daun, mengajarkan bahwa sebanyak banyaknya cerita di dunia, tidak sepantas nya untuk kita fokus akan 1 hal yang terjadi dan terus berlarut. banyak point penting yang bisa diambil sebagai pelajaran. tidak pula juga untuk kita menutup mata, melainkan bertanggung jawab dengan singgungan yang terjadi. apa yang bisa dipetik, simpan. busuk atau tidak, bisa dipilah untuk dimakan. mengontrol pikiran, merupakan tanggung jawab yang penting untuk diri, bukan kah semesta juga punya harapan untuk yang bernyawa menikmati setiap sudut yang indah? lantas, kenapa harus bersusah payah mengotori sudut hanya karena kondisi lingkungan yang mencoba untuk mencemari akal? kalo dipikir-pikir semesta juga selalu memperlihatkan kenyataan, ketika sudut yang indah merupakan keinginan, namun belum dapat dijamah. agak melenceng, tapi ini yang ada dikepala tepat tanggal 16/06 jam 12.30 - 01.26.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

We Know What We Want

Wanita itu,