Senyum Tuan

Wahai tuan.
Hati ini membuka perlahan, meskipun ketakutan masih tertahan.
Jiwa ini mulai terbuai, walau raga masih nampak ragu.

Tuan, kepada siapakah kau menaruh senyum itu?
lalu, pada siapakah mata itu tertuju?
sudut siapa yang kau kenali hingga tatapan mu begitu jauh, hampir tak ku sadari.

Tuan, paras seperti apa yang mampu menggetarkan hatimu?
lantas, seperti apa ramuan mu hingga mampu menggetarkan jiwa yang hampir mati?

kemana kan kau bawa jiwa yang tergetar oleh mu, tuan?
akan kah waktu mu selalu berteman dengan jiwa yang tergetar oleh ulahmu?
atau, kau memilih pergi jikatugas mu selesai?
jawaban seperti apa yang akan ku dapatkan, tuan?

Wahai tuan dengan seisinya.
dunia seperti apa yang kau cari? perjalanan seperti apa yang kau butuhkan?
kepada siapa tujuan mu tertanam?
adakah jiwa yang mampu menggetarkan dunia mu? apakah aku? adakah yang lainnya?
tak kuharap siapapun, kecuali diri ini yang bergejolak karena mu.

berkunjung seperti apa yang tuan ingini?

lalu, tulus seperti apa yang akan kau buaikan?
wahai tuan yang syahdu.
iringilah jiwa yang bergetar dengan alunan terindah mu.
berikanlah sajak terbaik untuk nya merindu.
berikan kecupan terakhir disetiap penghujung malam nya.

wahai tuan yang selalu berbunyi dibawah sinar rembulan.
terangi dunia jiwa yang tergetar, jika jiwamu bertandang karena ingin menetap.
temani jiwa nya seperti pintamu dikala itu.
ketidakyakinanmu akan semesta, menjadikan pelajaran bahwa makhluk hidup adalah penawar luka atau bahkan penakluk luka.

jiwa yang bergetar, hanya mampu berdiam sesuai dengan tekanan gelombang.
jiwa ini, hanya bisa menunggu, piihan yang tepat untuk seorang penakluk luka.
jiwa ini, hanya bisa berserah dengan keinginan waktu.
jiwa ini, hanya bisa mengembalikan pilihan pada Tuan.
jiwa ini, hanya bisa memilih tuan dengan segala bentuk resiko.
tapi, jiwa ini punya ledakan yang membuat nya mati.

Tuan. 
berdirilah jika kaki mu masih tegak.
tuan, kejarlah. kenakan sepatu atau tidak, semua tergantung nyaman mu..

                                            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

We Know What We Want

Wanita itu,