Hallo. Ini bulan ke sekian aku berhasil tidak mengingat semua tentang mu, walaupun luka yang kau gores masih membekas. Langkah kakiku tak pernah berhenti karena ulah mu, hanya saja perasaan itu membeku seketika. Aku tetap berjalan, mencoba untuk menyapa. Aku berkenalan dengan pribadi yang baru. Aku menjadi aku, yang tak pernah kau rasakan. Bukan topeng, hanya saja aku teralu kaku didepan mu.

Aku mengenal pribadi lain pada saat kau benar benar memanipulatif keadaan. Mencoba untuk beriringan, namun prinsip kita berbeda. Aku mencari kenyamanan, bukan penamaan atas penilaian. Aku mencari pelindung, bukan seseorang yang terpaksa untuk melindungi, aku mencari pribadi yang apa adanya, tanpa harus mengikuti "kata orang". Aku mencari pribadi yang tulus, bukan untuk meminta balas, tapi yang tulus mengerti. Walaupun terasa tulus tapi bersinggung dengan ambisi mu.

Aku teralu rumit untuk saat ini. Seorang penasehat pernah menyampaikan "obati dulu aja agar sembuh, tapi jangan lupa untuk buka kembali". Rumit. Rasanya kepala mulai penuh ketika orang meminta untuk sembuh. Banyak pertanyaan yang timbul membuat ku enggan memperdulikannya. Aku kecewa dengan apa yang terjadi, kenapa? karena aku percaya. Percaya akan mu suatu kebodohan yang pernah ku lakukan. Hanya saja aku teralu naif untuk mengatakan bahwa ku tidak apa-apa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

We Know What We Want

Wanita itu,