Kamu

Teruntuk,

Calon Imam-ku.

Apa kabar kamu disana? Bagaimana rasanya melewati hari bersama ku selama ini? Ekspresi apa yang bisa kau gambarkan setelah melewati hari bersama ku?
Bisakah kau menjelaskan nya? 
Apa yang sedang kau rasakan? Strategi apa yang sedang kau susun? Rencana apa yang sedang kau rakit?
Semoga pilihan mu adalah yang terbaik untuk kehidupan mu kelak..
Semoga apa yang kau susun, apa yang kau rakit, menjadi sebuah bangunan yang kokoh sebagai tempat berlindung untuk keluarga kecilmu.

Teruntuk kamu yang sedang berusaha.
Bisakah kau meyakinkan ku bahwa kau sedang berjuang untuk ku?
bisakah kau meyakinkan ku bahwa, aku pantas untuk diperjuangkan?
apa kelebihan ku? apa kekurangan ku? siapkah untuk semuanya?

Kehidupan apa yang akan kita jalani nanti? Tidak ada yang pernah tau.
Kita selalu mengusahakan yang terbaik, walaupun jalannya pahit.
Tetapi, akan kah itu membuat kita terus menjadi seseorang yang sabar? Aku yakin,

iya.

Teruntuk kita yang sedang berjuang,
Jarak tau betul seberapa jauh hubungan kita. 
Rindu jelas sudah pasti menjadi penyakit yang takkan tergantikan.
Komunikasi sebagai salah satu obatnya. Kita gakan pernah tau berapa lama lagi kita akan hidup selalu ditentukan oleh jarak, dan entah kenapa pula orang selalu yakin dengan jarak.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semesta Punya Kenyataan

We Know What We Want

Wanita itu,