Postingan

We Know What We Want

 Kadang, Kita tidak pernah benar tau bahwa jalan seperti apa yang sedang kita lewati. Mungkinkah jalan itu bagus atau bahkan sengaja menyesatkan agar tidak pernah berhenti atau pahitnya, berhenti. Atau mungkin jalan itu benar-benar rusak dan kita harus memperbaiki. Kita tidak pernah benar tau alasan apa yang sedang difikirkan. Yang kita tau, hanya melewati jalan dengan perlahan agar semua rencana berjalan dengan baik. Kadang kita tidak pernah tau apakah itu sudah prinsip atau hanya rayuan lingkungan. Kadang, kita tidak pernah benar tau apakah itu ujian atau pertanda. Kita berada dalam situasi yang sulit. Dua kelompok yang tiada hentinya berkomentar atas apa yang didengarnya. Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi. Dua kelompok dengan karakter yang berbeda, dengan fikiran yang berbeda. Mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang diimpikan. Melihat perbedaan dengan jelas. Takut akan cacian, takut akan sesuatu yang membuat penyesalan. Dua kelompok yang selalu berfikir dengan ap...

Kamu

Teruntuk, Calon Imam-ku. Apa kabar kamu disana? Bagaimana rasanya melewati hari bersama ku selama ini? Ekspresi apa yang bisa kau gambarkan setelah melewati hari bersama ku? Bisakah kau menjelaskan nya?  Apa yang sedang kau rasakan? Strategi apa yang sedang kau susun? Rencana apa yang sedang kau rakit? Semoga pilihan mu adalah yang terbaik untuk kehidupan mu kelak.. Semoga apa yang kau susun, apa yang kau rakit, menjadi sebuah bangunan yang kokoh sebagai tempat berlindung untuk keluarga kecilmu. Teruntuk kamu yang sedang berusaha. Bisakah kau meyakinkan ku bahwa kau sedang berjuang untuk ku? bisakah kau meyakinkan ku bahwa, aku pantas untuk diperjuangkan? apa kelebihan ku? apa kekurangan ku? siapkah untuk semuanya? Kehidupan apa yang akan kita jalani nanti? Tidak ada yang pernah tau. Kita selalu mengusahakan yang terbaik, walaupun jalannya pahit. Tetapi, akan kah itu membuat kita terus menjadi seseorang yang sabar? Aku yakin, iya. Teruntuk kita yang sedang berjuang, Jarak tau betul...

#edisitelatpost

Ternyata mencoba untuk berdiri sendiri itu sulit. Banyak ujian yang tak terlihat. Semakin banyak dibikin senang, maka tak sedikit sedih berkunjung. Ternyata mengambil pilihan itu sulit, padahal sulit hanya disebagian orang. Sulit dengan pertimbangan yang harus dipikirkan.  Ternyata hidup bukan hanya untuk mencari makan, tentu untuk merasakan kesenangan lainnya.  Kita bukan peramal yang bisa menentukan kita dimasa depan, bukan pula penyihir yang selalu bisa mengandalkan mantra nya. Kita adalah manusia, dengan segala rasa dan harap. Padahal sang pencipta berulang kali menjelaskan, jangan pernah berharap pada manusia. Berharaplah pada penciptanya.  Kita sedang di tahap ragu tapi tidak lupa untuk saling menguatkan. Ntah apa yang akan terjadi didepan, ku harap semua sesuai dengan apa yang dikisahkan. Semua nikmat yang disediakan, tidak datang bagaikan hujan. Pinta dan bujuk ia, jemput ia. Semua kegelisahan mu, takkan begitu hilang seketika. Tapi, ajarkan ia untuk memahami, ber...

Sunday, September 8th 2024

Ma, Aku melewati banyak hal dalam kehidupan ini yang tak bisa lagi aku ceritakan pada mu, Bukan hanya soal bahagia, sedih pun sudah ku lewati. Dari dulu, sampai terakhir mama hembuskan nafas, hingga detik ini pun, aku selalu mencari jawaban atas pertanyaan ku. Kepada siapa badan ini akan bersandar?   Bukan tak mau merasakan sakit nya, Ma. Hanya ingin merasakan dicintai oleh seseorang yang mencintai aku yang tak sedit banyak cacat nya. Bukan tak mau menjadi pilihan karena di pilihkan yang terbaik, hanya merasa, apakah aku tidak cukup baik diantara yang terbaik? Ma,  Jika semua telah diatur, sampaikan padaNya, bahwa pilihan Nya adalah yang terbaik daripada pilihan ku. Jauhkan aku dari apa yang membuat ku sakit dan sedih. Semua yang di lewati membuat ku bingung. Bingung untuk memutuskan yang pasti. Ma, Aku bertahan bukan karena tertahan. Hanya karena, aku ingin menyaksikan langsung skenario hidupku yang telah di atur. Akan kemana alur cerita membawa nya.  Ma, Seburuk apa aku...

Dunia mu

Saat mengelilingi dunia mu, tak sangka ku menemukan bulan yang memancarkan sinar terang nya.  Bulan nan setia pada langit yang sepi. Ribuan bintang yang membentang, memberikan secercah kehidupan. Matahari yang memberikan kehangatan jiwa dan desiran angin, bak sentuhan kedamaian.  Tidak mengenal warna yang melekat pada makhluk hidupnya, dunia itu selalu memberikan kenyamanan. Tidak mengenal waktu. Samudera yang begitu dalam, ombak yang besar, gunung yang tertinggi. Gunung yang kau susun begitu tinggi, seakan ingin mengatakan bahwa, "berjalanlah menuju puncak ku, maka, kau akan menemui matahari yang begitu dekat, kehangatan pada ragamu. Agar kau merasa dunia yang ku punya, milik mu seutuhnya". "...Agar kau dapat merasakan dunia ku, sepanjang hidupmu". Semua yang ada pada dunia mu, ingin ku raih.  Saat ku menjelajahi isi mu, deburan ombak dibibir pantai seakan bersenandung dan membuat ku hilang pada konsentrasiku, yang memaksaku dengan tenang untuk mengikuti gulunganny...

Wil,

Halo, kalo kamu baca tulisan ku. Maka, ya ini di siang hari jam 11.14 pada tanggal 27 November 2023 dengan situasi cuaca mendung gelap dan telah menumpahkan air nya sepanjang perjalanan ku menuju kantor. cukup basah, tidak bisa kering. Begitu lembab, seperti kondisi pada hari ini. Malam tadi cukup panjang ya? Aku memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang tak pernah terlihat. Bahkan bisa dikatakan aku benar benar ingin terlihat kuat. Aku menyembunyikan banyak pertanyaan yang mungkin saja pernah aku sampaikan. Aku memberikan mu akses ke dalam tulisan ku yang tak ada satupun mengetahuinya. Sebelum itu, aku masih PD dengan tingkat pesona yang kumiliki HAHA Cukup membuat pendatang baru yang berasal dari Java, terpesona. Mungkin aku bukan yang pertama kalinya, tapi aku masuk dikategori itu. Bukan itu yang ingin ku ceritakan, tapi. Aku Dinda, just make sure you are already know me so well. Banyak yang pernah kuceritakan, namun saat itu aku hanya butuh validasi atas apa yang aku lakukan. ...
 Hallo. Ini bulan ke sekian aku berhasil tidak mengingat semua tentang mu, walaupun luka yang kau gores masih membekas. Langkah kakiku tak pernah berhenti karena ulah mu, hanya saja perasaan itu membeku seketika. Aku tetap berjalan, mencoba untuk menyapa. Aku berkenalan dengan pribadi yang baru. Aku menjadi aku, yang tak pernah kau rasakan. Bukan topeng, hanya saja aku teralu kaku didepan mu. Aku mengenal pribadi lain pada saat kau benar benar memanipulatif keadaan. Mencoba untuk beriringan, namun prinsip kita berbeda. Aku mencari kenyamanan, bukan penamaan atas penilaian. Aku mencari pelindung, bukan seseorang yang terpaksa untuk melindungi, aku mencari pribadi yang apa adanya, tanpa harus mengikuti "kata orang". Aku mencari pribadi yang tulus, bukan untuk meminta balas, tapi yang tulus mengerti. Walaupun terasa tulus tapi bersinggung dengan ambisi mu. Aku teralu rumit untuk saat ini. Seorang penasehat pernah menyampaikan "obati dulu aja agar sembuh, tapi jangan lupa un...