Postingan

00.37

 Hanya bisa melihat dari pergerakan kecil. Yang tak biss kulihat wujudnya, kudengar nafasnya. Ntah apa yang ku tunggu, dia yang enggan menjawabku. Ntah apa yang ku nantikan.. Hitungan detik, penantian itu muncul menjadi penawar. Seakan nyata. Saat terbangun, ternyata sebuah raga yang tak pernah datang. Kau mengacuhkanku. Kau diam seakan enggan berbicara. Aku takkan lagi bertanya. Aku seperti berjalan di kesunyian, melewati dentingan waktu yang tak tau kapan berakhir. Ntah apa yang merasuki jiwa mu.

Sosok yang Mengamati 🌙

Mencintai seorang lelaki yang sedang berjuang dengan penuh keyakinan. Mencintainya dengan perasaan luar biasa, hingga terkadang aku melukai pikirannya dengan cara ku. Mencintaiku dengan semampu mu, mencintaiku dengan kekurangan ku, membuat rasa mu menjadi bimbang dengan ketidakberdayaanku terhadap pemahaman yang liar ini. Bukan tak merasa lelah. Lelah sejadi jadi nya hingga tak tau bagaimana cara untuk meredam. Kadang, diri sendiri pun tidak mengerti apa yang sedang ditakutkan. Padahal diri sendiri sudah mantap dengan jantung hati. Muak.. Ketika peristiwa terjadi bahkan semakin erat. Situasi semakin merekat hingga tiada celah. Apa yang sedang ku lakukan? Sebuah pengutaraan kalimat hati dan sebuah pehaman liar yang sedang mengamati. Aku tidak pernah tau,  Apakah keliaranku ini akan membuat semangat mu terputus? Atau bahkan membuat kamu semakin mengecil? Apakah aku menjadi seorang penghambat? Bingung, Pikiran liar ini selalu memantau pergerakan seakan akan tidak memiliki rasa keperca...

We Know What We Want

 Kadang, Kita tidak pernah benar tau bahwa jalan seperti apa yang sedang kita lewati. Mungkinkah jalan itu bagus atau bahkan sengaja menyesatkan agar tidak pernah berhenti atau pahitnya, berhenti. Atau mungkin jalan itu benar-benar rusak dan kita harus memperbaiki. Kita tidak pernah benar tau alasan apa yang sedang difikirkan. Yang kita tau, hanya melewati jalan dengan perlahan agar semua rencana berjalan dengan baik. Kadang kita tidak pernah tau apakah itu sudah prinsip atau hanya rayuan lingkungan. Kadang, kita tidak pernah benar tau apakah itu ujian atau pertanda. Kita berada dalam situasi yang sulit. Dua kelompok yang tiada hentinya berkomentar atas apa yang didengarnya. Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi. Dua kelompok dengan karakter yang berbeda, dengan fikiran yang berbeda. Mengharapkan sesuatu yang lebih dari apa yang diimpikan. Melihat perbedaan dengan jelas. Takut akan cacian, takut akan sesuatu yang membuat penyesalan. Dua kelompok yang selalu berfikir dengan ap...

Kamu

Teruntuk, Calon Imam-ku. Apa kabar kamu disana? Bagaimana rasanya melewati hari bersama ku selama ini? Ekspresi apa yang bisa kau gambarkan setelah melewati hari bersama ku? Bisakah kau menjelaskan nya?  Apa yang sedang kau rasakan? Strategi apa yang sedang kau susun? Rencana apa yang sedang kau rakit? Semoga pilihan mu adalah yang terbaik untuk kehidupan mu kelak.. Semoga apa yang kau susun, apa yang kau rakit, menjadi sebuah bangunan yang kokoh sebagai tempat berlindung untuk keluarga kecilmu. Teruntuk kamu yang sedang berusaha. Bisakah kau meyakinkan ku bahwa kau sedang berjuang untuk ku? bisakah kau meyakinkan ku bahwa, aku pantas untuk diperjuangkan? apa kelebihan ku? apa kekurangan ku? siapkah untuk semuanya? Kehidupan apa yang akan kita jalani nanti? Tidak ada yang pernah tau. Kita selalu mengusahakan yang terbaik, walaupun jalannya pahit. Tetapi, akan kah itu membuat kita terus menjadi seseorang yang sabar? Aku yakin, iya. Teruntuk kita yang sedang berjuang, Jarak tau betul...

#edisitelatpost

Ternyata mencoba untuk berdiri sendiri itu sulit. Banyak ujian yang tak terlihat. Semakin banyak dibikin senang, maka tak sedikit sedih berkunjung. Ternyata mengambil pilihan itu sulit, padahal sulit hanya disebagian orang. Sulit dengan pertimbangan yang harus dipikirkan.  Ternyata hidup bukan hanya untuk mencari makan, tentu untuk merasakan kesenangan lainnya.  Kita bukan peramal yang bisa menentukan kita dimasa depan, bukan pula penyihir yang selalu bisa mengandalkan mantra nya. Kita adalah manusia, dengan segala rasa dan harap. Padahal sang pencipta berulang kali menjelaskan, jangan pernah berharap pada manusia. Berharaplah pada penciptanya.  Kita sedang di tahap ragu tapi tidak lupa untuk saling menguatkan. Ntah apa yang akan terjadi didepan, ku harap semua sesuai dengan apa yang dikisahkan. Semua nikmat yang disediakan, tidak datang bagaikan hujan. Pinta dan bujuk ia, jemput ia. Semua kegelisahan mu, takkan begitu hilang seketika. Tapi, ajarkan ia untuk memahami, ber...

Sunday, September 8th 2024

Ma, Aku melewati banyak hal dalam kehidupan ini yang tak bisa lagi aku ceritakan pada mu, Bukan hanya soal bahagia, sedih pun sudah ku lewati. Dari dulu, sampai terakhir mama hembuskan nafas, hingga detik ini pun, aku selalu mencari jawaban atas pertanyaan ku. Kepada siapa badan ini akan bersandar?   Bukan tak mau merasakan sakit nya, Ma. Hanya ingin merasakan dicintai oleh seseorang yang mencintai aku yang tak sedit banyak cacat nya. Bukan tak mau menjadi pilihan karena di pilihkan yang terbaik, hanya merasa, apakah aku tidak cukup baik diantara yang terbaik? Ma,  Jika semua telah diatur, sampaikan padaNya, bahwa pilihan Nya adalah yang terbaik daripada pilihan ku. Jauhkan aku dari apa yang membuat ku sakit dan sedih. Semua yang di lewati membuat ku bingung. Bingung untuk memutuskan yang pasti. Ma, Aku bertahan bukan karena tertahan. Hanya karena, aku ingin menyaksikan langsung skenario hidupku yang telah di atur. Akan kemana alur cerita membawa nya.  Ma, Seburuk apa aku...

Dunia mu

Saat mengelilingi dunia mu, tak sangka ku menemukan bulan yang memancarkan sinar terang nya.  Bulan nan setia pada langit yang sepi. Ribuan bintang yang membentang, memberikan secercah kehidupan. Matahari yang memberikan kehangatan jiwa dan desiran angin, bak sentuhan kedamaian.  Tidak mengenal warna yang melekat pada makhluk hidupnya, dunia itu selalu memberikan kenyamanan. Tidak mengenal waktu. Samudera yang begitu dalam, ombak yang besar, gunung yang tertinggi. Gunung yang kau susun begitu tinggi, seakan ingin mengatakan bahwa, "berjalanlah menuju puncak ku, maka, kau akan menemui matahari yang begitu dekat, kehangatan pada ragamu. Agar kau merasa dunia yang ku punya, milik mu seutuhnya". "...Agar kau dapat merasakan dunia ku, sepanjang hidupmu". Semua yang ada pada dunia mu, ingin ku raih.  Saat ku menjelajahi isi mu, deburan ombak dibibir pantai seakan bersenandung dan membuat ku hilang pada konsentrasiku, yang memaksaku dengan tenang untuk mengikuti gulunganny...